
Kenaikan Pemberlakuan harga premium bersubsidi oleh sejumlah SPBU di Banyumas menjadi Rp 6.700 cukup mengagetkan pembeli premium. Pasalnya harga tersebut selisih seratus rupiah, setelah pemerintah menurunkan kembali harga premium dari Rp 7.600 menjadi Rp 6.600.
Warga Cikawung, Pekuncen, Imam T (50) mengaku sempat berdebat dengan petugas SPBU Ajibarang akibat selisih harga premium bersubsidi Rp 100. Ia mengaku belum mengetahui dasar tentang perubahan dan kenaikan harga premium bersubsidi menjadi Rp 6.700 tersebut.
“Kami belum mengetahui kenapa harga yang ditetapkan itu berbeda dengan selisih Rp 100. Padahal beberapa hari sebelumnya pemerintah telah menetapkan harga Rp 6.600. Ini kan menjadi membingungkan sekaligus mengagetkan masyarakat,” katanya.
Penarik ojek Ajibarang, Wawan (30) juga mengaku kaget dengan perbedaan harga premium yang ditetapkan pemerintah tersebut. Ia pun belum tahu tentang kebijakan pemerintah yang diberikan kepada pihak Pertamina tentang kenaikan harga premium tersebut. Apalagi keputusan itu berlaku bagi wilayah Jawa dan Madura.
“Kami belum tahu secara persis apa itu penetapan harga yang ditetapkan per wilayah. Yang kami tahu kalau pemerintah pusat sudah menetapkan harga seperti ini ya berlaku untuk semua. Kalau beda-beda ini malah justru membingungkan, jangan-jangan besok naik lagi,” katanya.
Pantauan Suara Merdeka di SPBU Ajibarang dan SPBU Karangkemiri Pekuncen, pihak SPBU telah memasang harga premium secara jelas di meteran pompa ataupun papan harga digital yang ada. Namun ternyata tak semua warga melihat dengan jelas perubahan ataupun selisih harga tersebut.
Belum Mengetahui
Pengendara sepeda motor asal Bantarsoka, Purwokerto, Sulaiman Saleh mengaku belum mengetahui terkait kenaikan harga premium bersubsidi menjadi Rp 6.700 tersebut. Apalagi sebagaimana diumumkan pemerintah pusat harga premium bersubsidi turun dari Rp 7.600 menjadi Rp 6.600.
“Kami belum tahu tentang hal tersebut, apalagi saat mengisi premium saya tak lihat dengan seksama meteran pompa bensin tersebut. Memang membingungkan apalagi tak ada pengumuman jelas bagi kami sebagai konsumen,” jelasnya.
Sementara itu External Relations Pertamina Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Robert MV Dumatubun mengatakan harga BBM solar seragam Rp 6.400 per liter di seluruh Indonesia sejak 19 Januari 2015 pukul 00.00. Pasalnya pemerintah memberikan subsidi tetap untuk solar senilai Rp 1.000/liter. Namun untuk premium yang sudah tidak disubsidi pemerintah akan ada tiga harga yaitu, di luar Jawa Madura Bali (Jamali), adalah Rp 6.600 per liter, Jawa Madura Rp 6.700 per liter dan Bali adalah Rp 7.000 per liter.
“Karena termasuk katergori BBM Umum untuk wilayah Jawa Madura Bali maka badan usaha dimungkinkan untuk memperoleh margin 5-10 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, dengan harga tersebut di atas maka margin pertamina masih di bawah lima persen,” jelasnya.
Premium di luar Jamali kata Robert, merupakan BBM penugasan ditetapkan sebesar Rp 6.600. Dengan harga ini, tentunya margin pertamina lebih rendah atau kurang dari dua persen. Hal ini sebagai komitmen Pertamina mendukung pemerintah meringankan beban masyarakat di luar Jamali yang tingkat daya belinya relatif lebih rendah. Adapun, di Bali lebih tinggi karena nilai PBBKB yang ditetapkan oleh daerah setempat lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain, yaitu 10 persen
“Kebijakan harga BBM bersubsidi sejak 1 Januari 2015 memang akan mengikuti pola pergerakan harga minyak dunia. Apabila harga turun, akan turun dan apabila harga naik juga akan ikut naik. Namun, untuk kebijakan harga ini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. Pertamina selaku badan usaha bertugas mendistribusikan sekaligus menjaga kelangsungan pasokan kepada masyarakat,” tegas Robert.(K37, H60-14)
Premium price Rose Rp 100, residents Shocked
The increase of subsidized premium prices by the enactment of a number of GAS STATIONS in Banyumas to Rp 6700 simply startle the buyer's premium. Because the price difference between a hundred dollars, after the Government lowered the return premium price from Rp to Rp 6,600 7.600.
The citizens of Cikawung, Priest, Pekuncen T (50) claimed he argued with GAS STATION attendants Ajibarang due to price difference subsidized premium Rp 100. He admitted to not knowing the basics about change and rising prices of subsidized premium to Rp the 6700.
"We don't know why it's different price set by Rp 100. But a few days earlier the Government had set the price of Rp 6,600. It's been confusing at once startle people, "he said.
Towing taxi Ajibarang, Wawan (30) also claimed to be shocked by the difference in price the Government set premium. He did not know about government policy given to the increase in the price of Pertamina's premium. Moreover, that decision applies to areas of Java and Madura.
"We don't yet know precisely what it is that pricing is assigned per region. We know that the Central Government has set price as this applies to all. If this difference is different-in fact quite confusing, don't-don't go up again tomorrow, "he said.
The radar of Suara Merdeka in GAS STATIONS and GAS STATIONS Karangkemiri Pekuncen Ajibarang, the GAS STATIONS have put a premium price is clearly in the meter or pump price of existing digital Board. But it turns out not all citizens see clearly the price difference or change.
Yet Knowing
American biker Bantarsoka, Purwokerto, Sulaiman Saleh confessed to not knowing the subsidized premium price increases related to Rp the 6700. Moreover, as announced the Central Government subsidized premium prices down from Rp to Rp 6,600 7.600.
"We don't yet know about these things, let alone when you're filling the premium I don't see carefully metered pump the gasoline. Confusing indeed let alone no clear announcement for us as consumers, "he explained.
In the meantime External Relations Pertamina Central Java and Yogyakarta, Robert MV Dumatubun said the price hike of diesel 6400 Usd per liter uniform throughout Indonesia since 19 January 2015 00.00. Because the Government provides subsidies remain for diesel fuel valued at Rp 1,000/liter. But that was not for premium subsidized government there will be three prices that is, outside of Java, Madura, Bali (Jamali), is $ 6,600 per liter, the Jawa 6,700 Rupiah per liter of Madura and Bali is Rp 7,000 per liter.
"Because it includes FUEL katergori common to the region of Java Island, Bali business entity then it is possible to obtain a margin of 5-10 percent according to applicable provisions. However, with the price above the margin of the pertamina still below five percent, "he said.
Premium outside Jamali said Robert, an assignment set FUEL Rp 6,600. At this price, would lower or pertamina margin less than two percent. This commitment to support the Government of Pertamina as a burden of society outside the purchasing power level Jamali is relatively lower. Now, in Bali is higher because the value of PBBKB set by regional higher compared to other areas, i.e. 10 per cent
"Subsidized fuel prices Policy since January 1, 2015 will indeed follow the pattern of the movement of world oil prices. If the price goes down, it will go down, and if the price rises will also join up. However, for this price policy fully into the authority of the Government. Pertamina as a business entity in charge of distributing the continuity of supply while keeping to the community, "stated Robert.(K37, H60-14)